Dalam Doa

Posted in 1 on July 28, 2009 by yayi

punya kerjaan yang memiliki banyak waktu luang ternyata banyak enaknya *celingak celinguk liatin ada si bos J apa ngga* Saya jadi punya waktu untuk sekedar blogwaking dan surfing-surfing lewat mbah gugel. Hasilnya nemu puisi ini yang bisa membuat saya hampir menangis magrib-magrib. Indah sekali, khas Sapardi

Dalam Doa

(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”) 

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

Kalimat-kalimat indah tersebut menbuat saya menjadi teringat dua orang, dimana saya menjadi posisi aku dan saya menjadi posisi kamu dalam puisi tersebut. Ibu saya yang selalu mendoakan saya, dan seseorang yang ahhh..tidak perlu dibahas lebih lanjut :P

 Tapi satu hal yang saya sadari, sering kali posisi “Mu” dalam puisi tersebut tidak menyadari betapa beruntung dirinya. Mungkinkah ini semua karma?

 “Mama, aku ngaku salah..maaf untuk semua kenakalanku”

We are not afraid, Dear Terrorist

Posted in Indonesian with tags , on July 18, 2009 by yayi

Its my first post should be something fun and grateful..but I think, This is important..

Jakarta meledak lagi.  Pagi jumat menjelang long weekend, 17 Juli 2009,  di hotel Ritz Calton dan JW Marriot. Huff.. Siapa lagi..kenapa lagi..untuk apa lagi semua ini dilakukan?  Pertanyaan saya. Benarkah orang indonesia sendiri yang melakukan aksi biadap ini semua? Saya kasian, padahal ekonomi sudah mulai meggeliat, padahal kita sudah mulai bangkit, investor sudah mulai berdatangan lagi di negeri ini. Tapi sekarang semuanya harus dimulai lagi.

Sebenarnya apa yang mereka perjuangkan? Agama? Nasionalisme? Harga diri? Jujur saya tidak habis pikir. Saya semakin tidak habis pikir juga melihat kelakuan para capres dan pemenangnya yang saling berpidato yang terasa adu komentar di infotainment. Saya rasa cukup. Negara ini sedang diserang! Selesaikan bicara kalian dan banyak pe er yang harus dikerjakan!!

Sedih melihat ibukota hari ini. Sore ini, Jakarta terlihat begitu sepi..tidak seperti malam minggu biasanya, kenapa? takutkah kita? Mudah-mudahan ini semua disebabkan long weekend sehingga banyak penduduk yang keluar kota. Siapa sih yang berani bermain-main dengan indonesia seperti ini? Kalau berani keluar sini, dan main terang-terangan. 

Tapi sungguh menghibur ketika membaca tweet dari sahabat-sahabat twitter mengenai #indonesiaunite yang menyemangati bangsa ini. Ternyata anak muda sekarang masih banyak yang mencintai negerinya. Ditengah begitu maraknya westernisasi, japanisasi, koreanisasi dan indianisasi. Ternyata, saat negeri ini diganggu dalam lubuk hati kita semua tidak rela. Tidak mau sampai bangsa ini terpuruk lagi. WE ARE NOT AFRAID AND TERORRIST, YOU ARE NOT PART OF US!!

We are not afraid

Syukurlah ISHG sudah kembali normal, walaupun sempat turun. Syukurlah Jakarta Great Sale tetap diadakan walaupun MU gagal bertanding dengan Indonesian Allstar.  Semoga Jakarta cepat pulih, dan catatan untuk pemerintah. Jangan main main dengan para teroris ini. JANGAN LENGAH TUNTAS HABIS!!

good side-nya baca tweet teman2, saya semakin mencintai bangsa ini.

*berniat menghitamkan rambut lagi :P

And for the last..Let me show my deepest condolesence to all victim.. T.T

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.